About Me

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Adat Ma’nene, Tradisi Unik dari Tana Toraja

Jumat, 09 November 2012

Keberagaman suku dan adat istiadat, membuat Indonesia kaya akan tradisi yang unik. Beberapa tradisi bahkan masih menyimpan cerita misteri yang kadang di luar akal sehat kita. Salah satunya datang dari Tana Toraja, yaitu mayat yang bisa berjalan sendiri. 

Konon, tradisi ini berawal dari kebiasaan leluhur-leluhur mereka yang suka menyusuri bukit-bukit dan gunung tanpa alat transportasi apapun. Di tengah perjalanan, para leluhur ini kadang nggak kuat berjalan, mengalami sakit atau meninggal dunia karena kelelahan. Biasanya, kerabat yang tahu berita ini nggak langsung membawa atau menggendong mayat ini. Mereka malah menggunakan kekuatan gaib untuk membangunkan mayat tersebut. Tujuannya, agar mayat tersebut berjalan sendiri menuju tempat peristirahatan terakhirnya yaitu rumahnya sendiri. 

Menurut kepercayaan penduduk Toraja zaman dahulu, kita nggak boleh menyapa, memanggil, menyentuh, atau bahkan memegang mayat berjalan tersebut. Karena, mantra gaib dalam tubuh mayat tersebut akan hilang dan mayat akan kehilangan kekuatannya. Ada juga versi lain yang mengatakan bahwa orang yang memanggil atau menyentuh mayat tersebut akan menemui ajalnya dan meninggal dunia. 

Sampai sekarang tradisi ini masih ada dan bertahan, namun ritualnya berbeda. Setiap tiga tahun sekali kuburan leluhur mereka sengaja digali dan dikeluarkan dari peti, untuk didandani dan diarak keliling kampung. Uniknya, jasad mayat ini masih tetap utuh walaupun tidak diberi balsam atau jenis pengawet lainnya. Menurut kepercayaan setempat, arwah para leluhur masih tersimpan dalam tubuh mayat tersebut. Mereka masih ‘’hidup” dan mengawasi keturunannya dari ‘tempat’ yang lain.

Dalam ritual tersebut, mayat yang telah dikeluarkan dari peti akan diberi bedak dan dipakaikan gaun layaknya pergi ke sebuah pesta meriah. Selanjutnya, mayat ini diarak keliling kampung oleh beberapa anggota keluarganya. Kabarnya, mayat tersebut masih bisa berdiri tegak di atas kakinya sendiri, seakan ada kekuatan gaib yang menopangnya. Hiii... Dewianataria – Foto: Fotosearch

Aneka Bubur Tradisional



Gadis Ngobrol

Saat mendengar kata bubur, pasti langsung terlintas wujud si bubur ayam. Pasalnya, bubur yang satu ini paling populer dan gampang ditemukan di mana-mana. Tapi di tengah kepopuleran bubur nasi ini, masih banyak bubur khas Indonesia yang nggak kalah unik. Mari berkenalan!

Bubur SumsumBubur yang satu ini merupakan makanan khas dari Jawa Timur. Wujudnya yang putih dan lembut menyerupai sumsum tulang, membuat bubur ini diberi nama bubur sumsum. Terbuat dari tepung beras, bubur ini dihidangkan langsung dengan saus gula merah yang rasanya manis legit. Selain untuk sarapan, bubur ini juga biasa dijadikan sajian dalam upacara adat seperti selamatan, pernikahan, kelahiran dan hajatan besar lainnya.

Bubur Kacang HijauMeskipun tanaman kacang hijau diduga berasal dari India, tetapi bubur kacang hijau justru diakui sebagai makanan tradisional Indonesia. Bubur kacang-kacangan yang rasanya manis ini biasa dijadikan makanan masyarakat sehari-hari karena kandungan gizinya yang tinggi. Selain mengandung protein nabati, kacang hijau kaya akan vitamin B1, B2, dan B3. Makanya nggak jarang, bubur kacang hijau dijadikan menu santapan anak-anak di pos pelayanan terpadu (Posyandu)  

Bubur CandilBubur ini populer banget di kalangan orang Jawa. Berbentuk bulat-bulat kenyal, bubur ini biasa ditemani dengan saus santan gurih dan gula merah yang sudah dicairkan. Dalam adat Jawa, bubur ini biasa disajikan saat acara Turun Tanah. Jadi, saat anak berusia 7 bulan dan dinyatakan mulai bisa turun tanah untuk pertama kalinya, orang tua akan membagikan bubur Candil kepada tamu yang hadir di acara tersebut. Sekarang bubur ini nggak hanya berwarna kuning kecoklatan saja, soalnya mulai banyak yang berinovasi membuat bubur candil yang berwarna-warni, seperti pink, hijau, dan lainnya. Mauito – Foto: Dok. FeminaGroup